Jumlah masjid di Amerika telah meningkat secara dramatis dalam dekade terakhir meskipun pasca insiden 9/11 aksi protes marak ditujukan untuk rumah ibadah muslim, menurut sebuah studi terbaru. Islamic Center baru melayani umat Islam bergerak ke wilayah pinggiran kota-kota di AS dan wilayah yang banyak imigran dari Afrika, Irak dan tempat lainnya.
Para peneliti melakukan penghitungan nasional menemukan total terdapat 2.106 Islamic Center, dibandingkan dengan 1.209 pada tahun 2000 dan 962 pada tahun 1994. Sekitar seperempat dari pusat Islam tersebut dibangun antara tahun 2000-2011, pada saat Islamic Center menghadapi pengawasan ketat oleh aparat pemerintah dan publik AS.
Pada tahun 2010, protes terhadap sebuah pusat Islam di dekat ground zero meledak dan menjadi perdebatan nasional. Kelompok Anti-masjid melakukan demonstrasi dan menyebar ke Tennessee, California dan negara bagian lainnya.
Ihsan Bagby, seorang profesor di University of Kentucky dan penulis utama studi tersebut, mengatakan temuan mereka menunjukkan umat Muslim tetap mengukir tempat untuk diri mereka sendiri meskipun adanya reaksi tersebut.
"Ini adalah masyarakat Muslim yang tumbuh dan terintegrasi dengan baik dengan Amerika," kata Bagby. "Saya pikir ini adalah pesan terbaik yang kita dapat kirimkan kepada dunia dan dunia Islam pada khususnya."
Laporan yang dirilis hari Rabu kemarin (29/2), bertajuk "The American Mosque 2011," dihitung berdasarkan list, daftar website dan wawancara dengan tokoh masyarakat, dan survei serta wawancara dengan 524 pemimpin masjid. Penelitian ini menarik minat mengingat adanya pembatasan sejauh ini terhadap rumah ibadah Muslim.
Para peneliti mendefinisikan sebuah masjid sebagai bangunan Muslim yang menyelenggarakan shalat Jumat berjamaah, melakukan kegiatan Islam lainnya dan memiliki pengendalian operasional bangunannya. Namun bangunan seperti rumah sakit dan sekolah yang memiliki ruang untuk shalat Jumat tidak dimasukkan. Bangunan milik Asosiasi Mahasiswa Muslim di perguruan tinggi dan universitas diikutkan hanya jika mereka memiliki ruang di luar kampus atau memiliki gedung khusus tempat shalat diadakan.
Mayoritas masjid berada di kota-kota, tetapi jumlah yang meningkat terletak di pinggiran kota meningkat dari 16 persen pada tahun 2000 menjadi 28 persen pada 2011.
Studi ini menemukan susunan etnis jamaah masjid sebagian besar tidak berubah dari tahun 2000. Asia Selatan terdiri dari sekitar sepertiga dari jamaah, sementara orang Arab dan Afrika-Amerika sekitar seperempatnya.(fq/abc)
sumber : eramuslim.com
The Best News To You
Get your information all about news tech,education and information up to date.Explore this news and get me partner your news.
Wednesday, February 29, 2012
Kiat Mencegah Kecopetan
Kecopetan bisa terjadi di mana saja dan pada siapa saja. Ketika kecopetan terjadi di tengah perjalanan, dampaknya jauh lebih menjengkelkan dan merepotkan.
Simak kiat-kiat berikut untuk mencegahnya:
Bila Anda sedang trip, tempat penyimpanan uang, kartu kredit, tiket, dan paspor, yang paling aman adalah money belt, semacam tas pinggang yang tipis dan dapat dimasukkan ke dalam baju/celana. Dompet dan uang secukupnya baru dimasukkan ke dalam tas/ransel untuk keperluan sehari saja.
Saat berada di tengah keramaian di tempat umum seperti bazaar atau konser musik, waspadai tangan lihai para pencopet. Sebaiknya Anda membawa tas atau ransel di depan badan, bukan di samping, apalagi belakang. Meskipun Anda merasa sudah menggenggam dengan erat, posisi tas di samping badan sangat mudah digerayangi copet. Pastikan posisi retsleting ada di bagian atas, bukan di samping.
Kendaraan umum juga area sasaran empuk para panjang tangan, apalagi kalau penumpangnya berjubel. Di situasi seperti ini, sebaiknya Anda tidak mengantongi apapun selain uang secukupnya untuk ongkos. Dompet dan barang berharga lainnya harus ditempatkan dalam tas, di bagian paling dalam atau yang paling sulit dijangkau, misalnya kantong di bagian dalam tas dengan retsleting.
Bila tas Anda jenis tas kain tanpa kancing atau retsleting, masukkan benda-benda berharga dalam wadah yang tidak biasa dijadikan tempat barang berharga seperti kotak makanan, tempat obat, dan lainnya. Jangan gunakan amplop terutama yang coklat untuk menyimpan barang berharga karena amplop identik dengan uang.
Tinggal di hostel, terutama kamar yang diisi beberapa orang yang tidak saling kenal memang cukup berisiko kehilangan. Tindakan pencegahan yang paling tepat adalah menitipkan barang berharga di safe deposit box yang biasanya tersedia di resepsionis dan hanya menyimpan uang secukupnya untuk kebutuhan selama menginap di situ.
Sayangnya, tidak semua tempat memiliki layanan safe deposit box. Jika demikian, pisahkan uang simpanan Anda menjadi beberapa bagian dan tempatkan di berbagai wadah yang tidak mencolok. Bisa diselipkan di antara pakaian, halaman-halaman buku, kotak obat, peralatan mandi dan lain-lain. Kemudian masukkan semua uang dan barang berharga ke dalam tas dan pastikan Anda selalu mengunci tas setiap kali meninggalkan ruangan. Bila Anda menggunakan ransel, pastikan ransel bisa dikunci atau digembok.
Dalam sebuah perjalanan, sering kali banyak waktu dihabiskan di tempat menunggu. Di bandara, stasiun kereta, terminal bus atau tempat menunggu transportasi publik lainnya merupakan salah satu lokasi favorit si panjang tangan. Bukan hanya karena ramai, tapi juga banyak orang jatuh tertidur kecapaian saat menunggu.
Jadi, bila Anda merasa mengantuk dan kemungkinan besar akan jatuh tertidur, masukkan semua barang berharga ke dalam tas tertutup dan letakkan tas tersebut di posisi dimana Anda akan terbangun kalau diambil. Jika perlu, apalagi kalau Anda membawa banyak tas, jadikan sebagai alas tidur.
Pasar bisa jadi merupakan tempat paling rawan copet di dunia. Biasanya secara otomatis tingkat kewaspadaan pun meningkat di pasar. Tapi bagaimana dengan tempat belanja lain seperti mal? Meskipun tampilannya modern, bukan berarti steril dari copet.
Mereka umumnya beraksi di tempat orang membawa cukup banyak uang dan lihai mengambil kesempatan. Salah satu titik rawan di mal adalah ATM yang jauh dari keramaian dan tidak ada penjaganya. Maka usahakan untuk membawa cukup uang saat ingin berbelanja atau gunakan transaksi non-tunai.
sumber : yahoo.co.id
Simak kiat-kiat berikut untuk mencegahnya:
Miliki ‘money belt’
Bila Anda sedang trip, tempat penyimpanan uang, kartu kredit, tiket, dan paspor, yang paling aman adalah money belt, semacam tas pinggang yang tipis dan dapat dimasukkan ke dalam baju/celana. Dompet dan uang secukupnya baru dimasukkan ke dalam tas/ransel untuk keperluan sehari saja.
Di tempat umum
Saat berada di tengah keramaian di tempat umum seperti bazaar atau konser musik, waspadai tangan lihai para pencopet. Sebaiknya Anda membawa tas atau ransel di depan badan, bukan di samping, apalagi belakang. Meskipun Anda merasa sudah menggenggam dengan erat, posisi tas di samping badan sangat mudah digerayangi copet. Pastikan posisi retsleting ada di bagian atas, bukan di samping.
Dalam kendaraan umum
Kendaraan umum juga area sasaran empuk para panjang tangan, apalagi kalau penumpangnya berjubel. Di situasi seperti ini, sebaiknya Anda tidak mengantongi apapun selain uang secukupnya untuk ongkos. Dompet dan barang berharga lainnya harus ditempatkan dalam tas, di bagian paling dalam atau yang paling sulit dijangkau, misalnya kantong di bagian dalam tas dengan retsleting.
Bila tas Anda jenis tas kain tanpa kancing atau retsleting, masukkan benda-benda berharga dalam wadah yang tidak biasa dijadikan tempat barang berharga seperti kotak makanan, tempat obat, dan lainnya. Jangan gunakan amplop terutama yang coklat untuk menyimpan barang berharga karena amplop identik dengan uang.
Di hostel
Tinggal di hostel, terutama kamar yang diisi beberapa orang yang tidak saling kenal memang cukup berisiko kehilangan. Tindakan pencegahan yang paling tepat adalah menitipkan barang berharga di safe deposit box yang biasanya tersedia di resepsionis dan hanya menyimpan uang secukupnya untuk kebutuhan selama menginap di situ.
Sayangnya, tidak semua tempat memiliki layanan safe deposit box. Jika demikian, pisahkan uang simpanan Anda menjadi beberapa bagian dan tempatkan di berbagai wadah yang tidak mencolok. Bisa diselipkan di antara pakaian, halaman-halaman buku, kotak obat, peralatan mandi dan lain-lain. Kemudian masukkan semua uang dan barang berharga ke dalam tas dan pastikan Anda selalu mengunci tas setiap kali meninggalkan ruangan. Bila Anda menggunakan ransel, pastikan ransel bisa dikunci atau digembok.
Di tempat menunggu
Dalam sebuah perjalanan, sering kali banyak waktu dihabiskan di tempat menunggu. Di bandara, stasiun kereta, terminal bus atau tempat menunggu transportasi publik lainnya merupakan salah satu lokasi favorit si panjang tangan. Bukan hanya karena ramai, tapi juga banyak orang jatuh tertidur kecapaian saat menunggu.
Jadi, bila Anda merasa mengantuk dan kemungkinan besar akan jatuh tertidur, masukkan semua barang berharga ke dalam tas tertutup dan letakkan tas tersebut di posisi dimana Anda akan terbangun kalau diambil. Jika perlu, apalagi kalau Anda membawa banyak tas, jadikan sebagai alas tidur.
Di tempat belanja
Pasar bisa jadi merupakan tempat paling rawan copet di dunia. Biasanya secara otomatis tingkat kewaspadaan pun meningkat di pasar. Tapi bagaimana dengan tempat belanja lain seperti mal? Meskipun tampilannya modern, bukan berarti steril dari copet.
Mereka umumnya beraksi di tempat orang membawa cukup banyak uang dan lihai mengambil kesempatan. Salah satu titik rawan di mal adalah ATM yang jauh dari keramaian dan tidak ada penjaganya. Maka usahakan untuk membawa cukup uang saat ingin berbelanja atau gunakan transaksi non-tunai.
sumber : yahoo.co.id
Para Miliarder ala Pegawai Pajak
Sejumlah kasus mafia pajak tak habis-habisnya terbongkar dalam dua tahun terakhir. Pegawai rendah Kantor Pajak ketahuan menimbun duit hingga miliaran rupiah. Ada yang kasusnya dihentikan karena tak terbukti.
Gayus Tambunan
# Pangkat: III-A
# Jabatan: Bagian Penelaah Keberatan di Seksi Banding dan Gugatan Direktorat Pajak
# Gaji: Rp 12,1 juta per bulan
# Tabungan dalam rekening: Rp 25 miliar
# Modus: Selama 2007-2009, bekerja sama dengan sejumlah konsultan pajak membantu “mengurus” proses banding ke pengadilan pajak.
# Garapan: 21 perusahaan, tiga di antaranya perusahaan tambang batu bara milik tokoh politik.
# Kasus:
- Terjerat kasus penyuapan terhadap sejumlah polisi.
- Terjerat kasus korupsi dan gratifikasi.
- Terjerat kasus pemalsuan paspor karena pelesiran saat ditahan.
- Terjerat kasus penyuapan petugas penjara karena pelesiran saat ditahan.
# Status kasus: Divonis tujuh tahun penjara dan menghadapi vonis lainnya.
Bahasyim Assifie
# Jabatan: Bekas Kepala Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak Jakarta VII
# Gaji: Rp 20 juta per bulan
# Total uang dalam rekening: Rp 61,1 miliar, yang terdiri atas rekening Sri Purwanti, istrinya, Rp 35 miliar plus US$ 1 juta; kedua anaknya, Winda Arum Sari dan Riyanti Irianti, masing-masing Rp 19 miliar dan Rp 2,1 miliar.
# Harta lainnya:
- Rumah di daerah Pancoran, Jakarta Selatan, yang diperkirakan senilai Rp 1,5 miliar
- Rumah di Jalan Cianjur, Menteng, Jakarta Pusat, senilai Rp 25 miliar
- Rumah di kompleks Mas Naga, Bekasi, Jawa Barat, senilai Rp 1 miliar
- Tanah 12 hektare di Cimanggis, Depok
# Kasus:
- Menyalahgunakan wewenangnya sebagai Kepala Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak.
- Meminta uang Rp 1 miliar kepada wajib pajak bernama Kartini Mulyadi, salah satu Komisaris PT Tempo Scan.
- Melakukan pencucian uang dengan modus memindahkan harta ke beberapa rekening miliknya serta milik istri dan anak-anaknya.
- Status kasus: divonis 12 tahun penjara.
Denok Taviperiana
# Pangkat: III-D di Direktorat Jenderal Pajak
# Total harta: Rp 5,5 miliar, dalam bentuk deposito Rp 3 miliar. Polis asuransi jiwa dengan premi tunggal senilai Rp 1 miliar pada 2007.
# Modus: Diduga menerima suap.
# Status Kasus: Dihentikan
Dhana Widyatmika
# Pangkat: III-C
# Jabatan: Dinas Pajak DKI Jakarta
# Total Harta dalam rekening: Rp 60 miliar. Berbisnis jual-beli mobil.
# Kasus: Diproses Kejaksaan Agung dan menjadi tersangka.
NASKAH dan BAHAN: ATMI PERTIWI | SUKMA
SUMBER: PDAT dan Berbagai Sumber (Diolah)
sumber : hizbut-tahrir.co.id
Gayus Tambunan
# Pangkat: III-A
# Jabatan: Bagian Penelaah Keberatan di Seksi Banding dan Gugatan Direktorat Pajak
# Gaji: Rp 12,1 juta per bulan
# Tabungan dalam rekening: Rp 25 miliar
# Modus: Selama 2007-2009, bekerja sama dengan sejumlah konsultan pajak membantu “mengurus” proses banding ke pengadilan pajak.
# Garapan: 21 perusahaan, tiga di antaranya perusahaan tambang batu bara milik tokoh politik.
# Kasus:
- Terjerat kasus penyuapan terhadap sejumlah polisi.
- Terjerat kasus korupsi dan gratifikasi.
- Terjerat kasus pemalsuan paspor karena pelesiran saat ditahan.
- Terjerat kasus penyuapan petugas penjara karena pelesiran saat ditahan.
# Status kasus: Divonis tujuh tahun penjara dan menghadapi vonis lainnya.
Bahasyim Assifie
# Jabatan: Bekas Kepala Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak Jakarta VII
# Gaji: Rp 20 juta per bulan
# Total uang dalam rekening: Rp 61,1 miliar, yang terdiri atas rekening Sri Purwanti, istrinya, Rp 35 miliar plus US$ 1 juta; kedua anaknya, Winda Arum Sari dan Riyanti Irianti, masing-masing Rp 19 miliar dan Rp 2,1 miliar.
# Harta lainnya:
- Rumah di daerah Pancoran, Jakarta Selatan, yang diperkirakan senilai Rp 1,5 miliar
- Rumah di Jalan Cianjur, Menteng, Jakarta Pusat, senilai Rp 25 miliar
- Rumah di kompleks Mas Naga, Bekasi, Jawa Barat, senilai Rp 1 miliar
- Tanah 12 hektare di Cimanggis, Depok
# Kasus:
- Menyalahgunakan wewenangnya sebagai Kepala Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak.
- Meminta uang Rp 1 miliar kepada wajib pajak bernama Kartini Mulyadi, salah satu Komisaris PT Tempo Scan.
- Melakukan pencucian uang dengan modus memindahkan harta ke beberapa rekening miliknya serta milik istri dan anak-anaknya.
- Status kasus: divonis 12 tahun penjara.
Denok Taviperiana
# Pangkat: III-D di Direktorat Jenderal Pajak
# Total harta: Rp 5,5 miliar, dalam bentuk deposito Rp 3 miliar. Polis asuransi jiwa dengan premi tunggal senilai Rp 1 miliar pada 2007.
# Modus: Diduga menerima suap.
# Status Kasus: Dihentikan
Dhana Widyatmika
# Pangkat: III-C
# Jabatan: Dinas Pajak DKI Jakarta
# Total Harta dalam rekening: Rp 60 miliar. Berbisnis jual-beli mobil.
# Kasus: Diproses Kejaksaan Agung dan menjadi tersangka.
NASKAH dan BAHAN: ATMI PERTIWI | SUKMA
SUMBER: PDAT dan Berbagai Sumber (Diolah)
sumber : hizbut-tahrir.co.id
Koruptor Senang,Vonis Hakim Lebih Enteng
KRITIK paling keras yang dialamatkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi selama ini ialah tuntutan jaksanya terkesan basa-basi. Jaksa menuntut ringan dan hakim pun memvonis koruptor sangat ringan sehingga tidak pernah ada efek jera. Akibatnya korupsi terus-menerus diproduksi.
Publik memberi apresiasi yang tinggi, sangat tinggi, kepada jaksa KPK yang berani menuntut pidana maksimal kepada koruptor. Adalah hakim nonaktif Syarifuddin yang dituntut 20 tahun penjara pada 2 Februari karena ia menerima pemberian Rp250 juta dari kurator Puguh Wirawan terkait dengan kepengurusan harta pailit PT Skycamping Indonesia.
Tidak hanya itu. Jaksa KPK juga menuntut pembuktian terbalik terhadap Syarifuddin. Pembuktian terbalik itu berkaitan dengan temuan sejumlah mata uang asing yang disita penyidik KPK saat penggerebekan di rumah terdakwa. Jaksa menilai Syarifuddin memiliki uang asing itu tidak wajar dan patut diduga diperoleh dari tindak pidana korupsi.
Tuntutan 20 tahun penjara terhadap Syarifuddin itu merupakan tuntutan tertinggi sepanjang sejarah KPK. Juga pertama kali digunakan tuntutan pembuktian terbalik. Rekor tuntutan tertinggi sebelumnya dipegang jaksa Urip Tri Gunawan yang tertangkap tangan KPK menerima suap. Ia dituntut hukuman penjara 15 tahun.
Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebenarnya juga diatur vonis seumur hidup atau hukuman mati bagi koruptor. Namun, selama ini belum ada satu pun koruptor yang dituntut penjara seumur hidup, apalagi hukuman mati.
Padahal, tuntutan jaksa yang maksimal hanyalah setetes air penghapus dahaga rasa keadilan. Terminal rasa keadilan sesungguhnya ada di tangan hakim saat mengetuk palu vonis. Rakyat berharap putusan hakim dapat menjadi stimulus mengubah perilaku koruptif yang sudah membudaya.
Harapan rakyat itu masih jauh panggang daripada api. Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, kemarin, memvonis hakim Syarifuddin cuma empat tahun penjara alias diskon 16 tahun dari tuntutan jaksa. Bandingkan vonis jaksa Urip 20 tahun bui, meski dituntut cuma 15 tahun.
Majelis hakim juga tidak sependapat dengan jaksa yang meminta Syarifuddin membuktikan asal usul mata uang asing miliknya melalui pembuktian terbalik. Malah dalam amar putusannya, hakim memerintahkan agar mata uang asing yang nilainya lebih dari Rp2 miliar itu dikembalikan kepada Syarifuddin.
Tentu sulit menghindarkan tudingan bahwa hakim tidak objektif mengadili rekan mereka sesama hakim. Satu korps pasti ada keinginan saling melindungi, sekalipun putusan hakim itu diucapkan demi keadilan atas nama Tuhan Yang Maha Esa.
Akan tetapi, apa pun putusan majelis hakim mesti dihormati sekalipun putusan itu terasa menyakitkan karena menggerus rasa keadilan publik.
Masih ada mekanisme hukum untuk mencari keadilan, yaitu naik banding hingga kasasi. Kita percaya, hakim peradilan lebih tinggi jauh lebih bestari memahami rasa keadilan publik yang tecermin dalam putusan.(mediaindonesia.com, 29/2/2012)
Publik memberi apresiasi yang tinggi, sangat tinggi, kepada jaksa KPK yang berani menuntut pidana maksimal kepada koruptor. Adalah hakim nonaktif Syarifuddin yang dituntut 20 tahun penjara pada 2 Februari karena ia menerima pemberian Rp250 juta dari kurator Puguh Wirawan terkait dengan kepengurusan harta pailit PT Skycamping Indonesia.
Tidak hanya itu. Jaksa KPK juga menuntut pembuktian terbalik terhadap Syarifuddin. Pembuktian terbalik itu berkaitan dengan temuan sejumlah mata uang asing yang disita penyidik KPK saat penggerebekan di rumah terdakwa. Jaksa menilai Syarifuddin memiliki uang asing itu tidak wajar dan patut diduga diperoleh dari tindak pidana korupsi.
Tuntutan 20 tahun penjara terhadap Syarifuddin itu merupakan tuntutan tertinggi sepanjang sejarah KPK. Juga pertama kali digunakan tuntutan pembuktian terbalik. Rekor tuntutan tertinggi sebelumnya dipegang jaksa Urip Tri Gunawan yang tertangkap tangan KPK menerima suap. Ia dituntut hukuman penjara 15 tahun.
Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebenarnya juga diatur vonis seumur hidup atau hukuman mati bagi koruptor. Namun, selama ini belum ada satu pun koruptor yang dituntut penjara seumur hidup, apalagi hukuman mati.
Padahal, tuntutan jaksa yang maksimal hanyalah setetes air penghapus dahaga rasa keadilan. Terminal rasa keadilan sesungguhnya ada di tangan hakim saat mengetuk palu vonis. Rakyat berharap putusan hakim dapat menjadi stimulus mengubah perilaku koruptif yang sudah membudaya.
Harapan rakyat itu masih jauh panggang daripada api. Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, kemarin, memvonis hakim Syarifuddin cuma empat tahun penjara alias diskon 16 tahun dari tuntutan jaksa. Bandingkan vonis jaksa Urip 20 tahun bui, meski dituntut cuma 15 tahun.
Majelis hakim juga tidak sependapat dengan jaksa yang meminta Syarifuddin membuktikan asal usul mata uang asing miliknya melalui pembuktian terbalik. Malah dalam amar putusannya, hakim memerintahkan agar mata uang asing yang nilainya lebih dari Rp2 miliar itu dikembalikan kepada Syarifuddin.
Tentu sulit menghindarkan tudingan bahwa hakim tidak objektif mengadili rekan mereka sesama hakim. Satu korps pasti ada keinginan saling melindungi, sekalipun putusan hakim itu diucapkan demi keadilan atas nama Tuhan Yang Maha Esa.
Akan tetapi, apa pun putusan majelis hakim mesti dihormati sekalipun putusan itu terasa menyakitkan karena menggerus rasa keadilan publik.
Masih ada mekanisme hukum untuk mencari keadilan, yaitu naik banding hingga kasasi. Kita percaya, hakim peradilan lebih tinggi jauh lebih bestari memahami rasa keadilan publik yang tecermin dalam putusan.(mediaindonesia.com, 29/2/2012)
Misbakhun: “Kasus Century, Keterlibatan SBY Sangat Jelas!”
“Dalam kasus Century keterlibatan SBY sangat jelas!” tuding mantan anggota Panitia Kerja DPR RI Mukhamad Misbakhun dalam acara Halqah Islam dan Peradaban (HIP) Edisi 36, Kamis (23/2) siang di Wisma Antara, Jakarta.
Untuk meyakinkan sekitar 350 peserta talkshow yang bertema Skandal Century, Wisma Atlet, Money Politic Demokrat: SBY Terlibat? itu, Misbakhun pun menyatakan mempunyai buktinya.
“Saya memegang tiga suratnya ibu Sri Mulyani di sini,” ujarnya sambil mengangkat bundel segepok berkas. Ketiga surat tersebut tertanggal 25 Nopember 2008, 4 Februari 2009 dan 29 Agustus 2009 yang isinya berupa laporan proses bailout itu kepada presiden.
Sebelum ketiga surat itu, ada komunikasi tatap muka jarak jauh (teleconference) tanggal 13 November 2008. Sri Mulyani sedang di luar negeri SBY juga sedang di luar negeri. “Dalam teleconference itu Sri Mulyani melaporkan kasus Century dan perkembangan proses bailout Century itu kepada Presiden SBY,” ungkapnya.
Di mana keterlibatan SBY? Karena Sri Mulyani melaporkan. Artinya, presiden tahu. “Saya sudah berdiskusi dengan Prof Dr Laica Marzuki (Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi) mengenai sistem administrasi negara, bahwa dilapori dan lain sebagainya itu adalah proses keterlibatan. Ini yang saya katakan bahwa keterlibatan itu ada di sana,” simpulnya.
Misbakhun pun menegaskan bahwa SBY terlibat dalam bailout yang oleh BPK dinyatakan tidak mempunyai dasar hukum dan yang oleh Pansus Century DPR pun dinyatakan ada proses yang dilanggar. Sehingga secara politik DPR memilih opsi C yang menyebutkan bahwa dalam kasus Century ini ada pelanggaran.
Dan keputusan politik itu berdasarkan audit yang mempunyai dasar keilmiahan yang cukup kuat. ”Dan kalau menyanggah audit itu harus dengan audit. Jangan menyanggah audit dengan pernyataan politik. Kalau Pansus Century dasarnya adalah audit BPK. Kalau ingin menyanggah audit bikin audit yang sama yang mengatakan tidak terlibat, tidak ada penyimpangan, tetapi hasil audit BPK, lembaga yang ditunjuk oleh konstitusi kita bahwa kewenangan itu ada di BPK, mengatakan bahwa ada,” pungkasnya.
Selain Misbakhun, dalam acara bulanan yang digelar Hizbut Tahrir Indonesia itu, hadir pula Ruhut Sitompul (anggota FPD DPR RI) dan Yahya Abdurrahman (Ketua Lajnah Siyasiyah DPP HTI) sebagai pembicara.
sumber : hizbut-tahrir.or.id
Untuk meyakinkan sekitar 350 peserta talkshow yang bertema Skandal Century, Wisma Atlet, Money Politic Demokrat: SBY Terlibat? itu, Misbakhun pun menyatakan mempunyai buktinya.
“Saya memegang tiga suratnya ibu Sri Mulyani di sini,” ujarnya sambil mengangkat bundel segepok berkas. Ketiga surat tersebut tertanggal 25 Nopember 2008, 4 Februari 2009 dan 29 Agustus 2009 yang isinya berupa laporan proses bailout itu kepada presiden.
Sebelum ketiga surat itu, ada komunikasi tatap muka jarak jauh (teleconference) tanggal 13 November 2008. Sri Mulyani sedang di luar negeri SBY juga sedang di luar negeri. “Dalam teleconference itu Sri Mulyani melaporkan kasus Century dan perkembangan proses bailout Century itu kepada Presiden SBY,” ungkapnya.
Di mana keterlibatan SBY? Karena Sri Mulyani melaporkan. Artinya, presiden tahu. “Saya sudah berdiskusi dengan Prof Dr Laica Marzuki (Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi) mengenai sistem administrasi negara, bahwa dilapori dan lain sebagainya itu adalah proses keterlibatan. Ini yang saya katakan bahwa keterlibatan itu ada di sana,” simpulnya.
Misbakhun pun menegaskan bahwa SBY terlibat dalam bailout yang oleh BPK dinyatakan tidak mempunyai dasar hukum dan yang oleh Pansus Century DPR pun dinyatakan ada proses yang dilanggar. Sehingga secara politik DPR memilih opsi C yang menyebutkan bahwa dalam kasus Century ini ada pelanggaran.
Dan keputusan politik itu berdasarkan audit yang mempunyai dasar keilmiahan yang cukup kuat. ”Dan kalau menyanggah audit itu harus dengan audit. Jangan menyanggah audit dengan pernyataan politik. Kalau Pansus Century dasarnya adalah audit BPK. Kalau ingin menyanggah audit bikin audit yang sama yang mengatakan tidak terlibat, tidak ada penyimpangan, tetapi hasil audit BPK, lembaga yang ditunjuk oleh konstitusi kita bahwa kewenangan itu ada di BPK, mengatakan bahwa ada,” pungkasnya.
Selain Misbakhun, dalam acara bulanan yang digelar Hizbut Tahrir Indonesia itu, hadir pula Ruhut Sitompul (anggota FPD DPR RI) dan Yahya Abdurrahman (Ketua Lajnah Siyasiyah DPP HTI) sebagai pembicara.
sumber : hizbut-tahrir.or.id
Para Ibu, Tak Butuh Lady Gaga, Apalagi Lady Escort!
KABAR cukup meneteskan air mata, datang dari saudara kita di Semarang. Nelayan yang tinggal di Tambak Lorok, Tanjung Mas, Semarang, Jawa Tengah, sudah dua bulan tak melaut karena cuaca buruk. Untuk bertahan hidup, para nelayan dan keluarganya terpaksa mengonsumsi nasi aking, baru-baru ini.
Ccuaca buruk dan ombak besar membuat dirinya dan nelayan lain tak berani melaut. Kondisi ini kian parah dengan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.Untuk bisa bertahan, nelayan terpaksa makan nasi aking pemberian tetangga. Nasi aking adalah nasi yang sudah busuk lalu dicuci dan dijemur sampai kering. Baru setelah itu mereka konsumsi bersama anggota keluarga yang lain.
Di bagia propinsi lain, pemerintah Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, sedang sibuk siang-malang bekerja sama untuk mengganti seluruh rumah warga (lebih dari 59) yang porak-poranda akibat diterjang angin puting beliung.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman memperkirakan, kerusakan rumah pasca banjir bandang mencapai 200 unit lebih. Kecamatan Simpati menjadi daerah terparah yang terkena banjir bandang dan longsor.
Sedikitnya 1.000 ruang kelas tingkat sekolah dasar di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, rusak berat, sampai mengganggu kegiatan belajar mengajar. Jumlah sekolah yang rusak tercatat 350 unit sampai saat ini dan ruang kelasnya ada lebih dari 1.000, kata Kepala Bidang TK SD Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Sunaryo. Belum termasuk di Tasimalaya Jawa Barat dan berbagai kota lain.
Hari-hari ini adalah hari-hari panjang keprihatinan kita semua, bangsa Indonesia. Seharusnya, kita bisa untuk sementara menyediakan ruang-hati kita untuk bersikap prihatin (jika di antara kita masih belum bisa terketuk sampai tangan kita ikut mengulurkan sesuatu).
Sayangnya, semua ini kadang kontradisi. Banyak di antara kita justru kurang peka terhadap situasi. Sebagian justru lebih suka memperkaya diri sendiri untuk tujuan-tujuan yang tak ada hubungannya dengan mental dan spirit bangsa kita yang besar ini.
Betapa tidak, di saat jutaan saudara kita sedang ditimpa musibah dan butuh uluran tangan kita, kita masih sempat-sempatnya mendatangkan seorang Lady Gaga ke Indonesia.
Kabarnya, artis Amerika yang akang datang untuk konser di Jakarta pada 3 Juni 2012 mendatang dan bertempat di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Dalam konser tak penting untuk kami, tur bertajuk "The Born This Way Ball Tour" ini, promotor akan menjual tiket pada dari harga Rp 465 ribu sampai Rp 2,25 juta. Innalillahi wa inna ilaihi rajiiun.
Wahai Rusli, wahai promotor, kami para ibu tidak perlu Lady Gaga, Lady Tangguh atau Lady-Escorst di Indonesia. Hampir separuh umum kami mejaga anak-anak ini dengan berat agar kalian tidak merusak dengan cara seenaknya.
Kami para ibu dan orangtua, sesungguhnya tak merasa begitu penting akan artis yang di kenal kontroversial dan selalu tampil seronok ke bumi Indonesia. Mengapa kalian begitu bangga?
Mungkin akan lebih mulia dan sangat mendidik anak-anak kami, jika di antara kalian, bisa mengajak anak-anak terjun ke Sidrap atau ke Pasaman dan untuk terlibat langsung kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah. Bukan mengajak orang asing ke sini hanya menunjukkan tariannya yang amat-amat tidak begitu penting.
Wahai bapak-bapak Menteri, para pejabat yang ada di pemerintahan,Berbuatlah sesuatu agar negeri ini tidak terus didatangi atau begitu bangga dengan cara mengimpor hal-hal tidak penting yang jauh dari budaya kita. Untuk apa berkuasa, jika pada akhirnya tidak melakukan sesuatu yang berarti untuk masa depan jutaan orang.
Rasulullah Muhammad berpesan, "Bila zina dan riba telah tampak di suatu kampung, sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah bagi mereka." (HR ath-Thabarani dan al-Hakim).
Dalam sebuah riwayat lain, Rasulullah juga sabdanya:
مثل القائم على حدود الله والواقع فيها كمثل قوم استهموا على سفينة فأصاب بعضهم أعلاها وبعضهم أسفلها فكان الذين في أسفلها إذا استقوا من الماء مروا على من فوقهم فقالوا لو أنا خرقنا في نصيبنا خرقا ولم نؤذ من فوقنا فإن يتركوهم وما أرادوا هلكوا جميعا وإن أخذوا على أيديهم نجوا ونجوا جميعا
"Perumpamaan orang-orang yang menegakkan hukum-hukum Allah dan orang-orang yang melanggarnya bagaikan suatu kaum yang berbagi-bagi tempat di sebuah kapal, sebagian dari mereka ada yang mendapatkan bagian atas kapal, dan sebagian lainnya mendapatkan bagian bawahnya. Orang-orang yang berada di bagian bawah kapal, jika hendak mengambil air, melewati orang-orang yang berada di atas mereka. Mereka berkata, "Seandainya kita melubangi bagian kita dari kapal ini, niscaya kita tidak akan mengganggu orang-orang yang berada di atas kita." Bila mereka semua membiarkan orang-orang tersebut melaksanakan keinginannya, niscaya mereka semua akan binasa; jika mereka mencegah orang- orang tersebut, niscaya mereka selamat dan menyelatkan semuanya. "(HR. al-Bukhari).
Telah datang dan ditampilkan kepada kalian kekufuran, kemaksiatan, dan perbuatan hanya akan menjadi penyebab terjadinya kerusakan. Tidak jarang, al-Quran juga telah banyak menyebut semua tindakan itu dengan kerusakan. Mengapa kalian tak segera menggunakan tanga-tangan (kekuasaan) kalian itu ber-amar ma'ruf nahi munkar?
Mengapa kalian tidak setegas Malaysia? Jika masih sempat, tak ada salahnya kalian segera beristighfar!, Barangkali dengan begitu hisab kalian lebih dimudahkan Allah.Wassalam,
sumber : hidayatullah.com
Ccuaca buruk dan ombak besar membuat dirinya dan nelayan lain tak berani melaut. Kondisi ini kian parah dengan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.Untuk bisa bertahan, nelayan terpaksa makan nasi aking pemberian tetangga. Nasi aking adalah nasi yang sudah busuk lalu dicuci dan dijemur sampai kering. Baru setelah itu mereka konsumsi bersama anggota keluarga yang lain.
Di bagia propinsi lain, pemerintah Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, sedang sibuk siang-malang bekerja sama untuk mengganti seluruh rumah warga (lebih dari 59) yang porak-poranda akibat diterjang angin puting beliung.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman memperkirakan, kerusakan rumah pasca banjir bandang mencapai 200 unit lebih. Kecamatan Simpati menjadi daerah terparah yang terkena banjir bandang dan longsor.
Sedikitnya 1.000 ruang kelas tingkat sekolah dasar di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, rusak berat, sampai mengganggu kegiatan belajar mengajar. Jumlah sekolah yang rusak tercatat 350 unit sampai saat ini dan ruang kelasnya ada lebih dari 1.000, kata Kepala Bidang TK SD Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Sunaryo. Belum termasuk di Tasimalaya Jawa Barat dan berbagai kota lain.
Hari-hari ini adalah hari-hari panjang keprihatinan kita semua, bangsa Indonesia. Seharusnya, kita bisa untuk sementara menyediakan ruang-hati kita untuk bersikap prihatin (jika di antara kita masih belum bisa terketuk sampai tangan kita ikut mengulurkan sesuatu).
Sayangnya, semua ini kadang kontradisi. Banyak di antara kita justru kurang peka terhadap situasi. Sebagian justru lebih suka memperkaya diri sendiri untuk tujuan-tujuan yang tak ada hubungannya dengan mental dan spirit bangsa kita yang besar ini.
Betapa tidak, di saat jutaan saudara kita sedang ditimpa musibah dan butuh uluran tangan kita, kita masih sempat-sempatnya mendatangkan seorang Lady Gaga ke Indonesia.
Kabarnya, artis Amerika yang akang datang untuk konser di Jakarta pada 3 Juni 2012 mendatang dan bertempat di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Dalam konser tak penting untuk kami, tur bertajuk "The Born This Way Ball Tour" ini, promotor akan menjual tiket pada dari harga Rp 465 ribu sampai Rp 2,25 juta. Innalillahi wa inna ilaihi rajiiun.
Wahai Rusli, wahai promotor, kami para ibu tidak perlu Lady Gaga, Lady Tangguh atau Lady-Escorst di Indonesia. Hampir separuh umum kami mejaga anak-anak ini dengan berat agar kalian tidak merusak dengan cara seenaknya.
Kami para ibu dan orangtua, sesungguhnya tak merasa begitu penting akan artis yang di kenal kontroversial dan selalu tampil seronok ke bumi Indonesia. Mengapa kalian begitu bangga?
Mungkin akan lebih mulia dan sangat mendidik anak-anak kami, jika di antara kalian, bisa mengajak anak-anak terjun ke Sidrap atau ke Pasaman dan untuk terlibat langsung kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah. Bukan mengajak orang asing ke sini hanya menunjukkan tariannya yang amat-amat tidak begitu penting.
Wahai bapak-bapak Menteri, para pejabat yang ada di pemerintahan,Berbuatlah sesuatu agar negeri ini tidak terus didatangi atau begitu bangga dengan cara mengimpor hal-hal tidak penting yang jauh dari budaya kita. Untuk apa berkuasa, jika pada akhirnya tidak melakukan sesuatu yang berarti untuk masa depan jutaan orang.
Rasulullah Muhammad berpesan, "Bila zina dan riba telah tampak di suatu kampung, sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah bagi mereka." (HR ath-Thabarani dan al-Hakim).
Dalam sebuah riwayat lain, Rasulullah juga sabdanya:
مثل القائم على حدود الله والواقع فيها كمثل قوم استهموا على سفينة فأصاب بعضهم أعلاها وبعضهم أسفلها فكان الذين في أسفلها إذا استقوا من الماء مروا على من فوقهم فقالوا لو أنا خرقنا في نصيبنا خرقا ولم نؤذ من فوقنا فإن يتركوهم وما أرادوا هلكوا جميعا وإن أخذوا على أيديهم نجوا ونجوا جميعا
"Perumpamaan orang-orang yang menegakkan hukum-hukum Allah dan orang-orang yang melanggarnya bagaikan suatu kaum yang berbagi-bagi tempat di sebuah kapal, sebagian dari mereka ada yang mendapatkan bagian atas kapal, dan sebagian lainnya mendapatkan bagian bawahnya. Orang-orang yang berada di bagian bawah kapal, jika hendak mengambil air, melewati orang-orang yang berada di atas mereka. Mereka berkata, "Seandainya kita melubangi bagian kita dari kapal ini, niscaya kita tidak akan mengganggu orang-orang yang berada di atas kita." Bila mereka semua membiarkan orang-orang tersebut melaksanakan keinginannya, niscaya mereka semua akan binasa; jika mereka mencegah orang- orang tersebut, niscaya mereka selamat dan menyelatkan semuanya. "(HR. al-Bukhari).
Telah datang dan ditampilkan kepada kalian kekufuran, kemaksiatan, dan perbuatan hanya akan menjadi penyebab terjadinya kerusakan. Tidak jarang, al-Quran juga telah banyak menyebut semua tindakan itu dengan kerusakan. Mengapa kalian tak segera menggunakan tanga-tangan (kekuasaan) kalian itu ber-amar ma'ruf nahi munkar?
Mengapa kalian tidak setegas Malaysia? Jika masih sempat, tak ada salahnya kalian segera beristighfar!, Barangkali dengan begitu hisab kalian lebih dimudahkan Allah.Wassalam,
sumber : hidayatullah.com
Tuesday, February 28, 2012
Pengemis Mirip Jet-Set di Tiongkok
Seorang laki-laki bernama Zhou Fei berseliweran mengemis di antara kota-kota besar seluruh Tiongkok dengan mengenakan jas, lengkap dengan dasinya, bahkan rambutnya dipotong meodel Mohican dan disemir warna merah. Untuk mengemis dari kota ke kota itu, dia tidak tanggung-tanggung menumpang pesawat terbang, tak ubahnya kalangan jet-set.
Dikutip indonesian.cri.cn, pengemis yang bergaya itu Sabtu lalu muncul di jalanan yang ramai kota Chongqing, Tiongkok barat. Di sana, dia memasang berbagai gaya untuk diprotet atau bergambar bersamanya. Tapi itu tidak gratis, untuk sekali protet, ditarik satu yuan, dan untuk bergambar bersama harus membayar 100 yuan.
Zhou Fei mulai mencari nafkah ke kota lain sejak umur 14 tahun. Kini cara dia mengemis adalah dengan dandanannya yang nyentrik itu dia menarik peminat untuk mengambil foto atau bergambar bersama dengannya, dan untuk itu dipungut biaya.
Menurut Zhou Fei, paling banyak satu hari dia bisa mendapat penghasilan lebih 1.000 yuan.
Dia bahkan memperlihatkan kepada warga kota Chongqing tiket pesawat dari kota keberangkatannya Wenzhou bulan November tahun lalu. Warga Chongqing sempat dibuat tercengang oleh perbuatannya itu.
Dan lebih dari itu, Zhou Fei setiap hari bisa menginap di hotel kecil bertarif antara 40 sampai 100 yuan per hari, setiap pagi merias rambutnya gaya Mohicannya di salon dengan biaya 15 yuan.
Zhou Fei kini sudah pernah pergi ke 7 kota besar di Tiongkok untuk mencari nafkah dengan caranya itu, dia ingin menjelajahi kota-kota di seluruh negeri, dan menjadi tenar.*
sumber : hidayatullah.com
Dikutip indonesian.cri.cn, pengemis yang bergaya itu Sabtu lalu muncul di jalanan yang ramai kota Chongqing, Tiongkok barat. Di sana, dia memasang berbagai gaya untuk diprotet atau bergambar bersamanya. Tapi itu tidak gratis, untuk sekali protet, ditarik satu yuan, dan untuk bergambar bersama harus membayar 100 yuan.
Zhou Fei mulai mencari nafkah ke kota lain sejak umur 14 tahun. Kini cara dia mengemis adalah dengan dandanannya yang nyentrik itu dia menarik peminat untuk mengambil foto atau bergambar bersama dengannya, dan untuk itu dipungut biaya.
Menurut Zhou Fei, paling banyak satu hari dia bisa mendapat penghasilan lebih 1.000 yuan.
Dia bahkan memperlihatkan kepada warga kota Chongqing tiket pesawat dari kota keberangkatannya Wenzhou bulan November tahun lalu. Warga Chongqing sempat dibuat tercengang oleh perbuatannya itu.
Dan lebih dari itu, Zhou Fei setiap hari bisa menginap di hotel kecil bertarif antara 40 sampai 100 yuan per hari, setiap pagi merias rambutnya gaya Mohicannya di salon dengan biaya 15 yuan.
Zhou Fei kini sudah pernah pergi ke 7 kota besar di Tiongkok untuk mencari nafkah dengan caranya itu, dia ingin menjelajahi kota-kota di seluruh negeri, dan menjadi tenar.*
sumber : hidayatullah.com
Subscribe to:
Posts (Atom)






